Siapa yang tidak mengenal bisnis laundry?

Bisnis yang tumbuh dan berkembang hingga saat ini, mulai dari jalan raya hingga masuk pojokan gang, bahkan ada yang menjalankan bisnis laundry tersebut di pusat perbelanjaan. Namun, tahukah Anda sejarah laundry tersebut bermula?

Jauh sebelum mesin cuci ditemukan, pada awalnya masyarakat Indonesia khususnya menggunakan aliran sungai untuk mencuci pakaiannya, sehingga pakaian dapat dibersihkan dari kotoran yang menempel, kotoran tersebut terbawa oleh aliran air.

Cara mencuci pakaian tersebut dilakukan dibeberapa daerah pedesaan, bahkan hingga sekarang masih ada, hanya saja beriring dengan waktu penduduk yang memiliki kebiasaan mencuci pakaian seperti ini mulai berkurang.

Tahukah Anda, mencuci pakaian di sungai merupakan kebiasaan yang sudah ada sejak abad ke-19?

Saat itu belum ada tempat yang menyediakan jasa pencucian. bukan itu saja karena sabun untuk mencuci pun belum dikenal oleh masyarakat luas.

Selama kegiatan mencuci pakaian di Sungai tersebut berlangsung, biasanya masyarakat yang mencuci pakaiannya hanya menggosok-gosokan batu pada pakaian yang kotor, memutar-mutar pakaian, serta memukul-mukul pakaian, setelah itu membilasnya di sungai.

Baca juga: Mengenal Chemical Laundry, Raup Untung Lebih Tinggi

Deterjen atau sabun pakaian mulai diproduksi pada tahun 1870 adapun kemasan dan bentuk produk tersebut berbeda, seperti kotak, bulat, botol kaca, kemasan tersebut khusus untuk sabun pakaian cair.

Pada awal abad ke-20, sebuah kotak pencuci pakaian atau saat ini dikenal dengan mesin cuci mulai dibuat.

Adapun kotak pencuci pakaian tersebut dibuat untuk meringankan beban mencuci pakaian, sehingga pengguna tidak perlu repot untuk membuang tenaga menyikat pakaian saat melakukan pencucian, pada awal penemuan produk tersebut, sepi peminat. Hal tersebut dikarenakan mayoritas masyarakat ragu dengan keamanan produk tesebut serta harga yang relatif mahal.

Sejarah Laundry

Bisnis cuci mencuci atau dikenal dengan laundry, pertama kali muncul di Amerika, bermula dari banyaknya imigran Tiongkok yang mendarat di Amerika dikarenakan adanya penyediaan tenaga kerja dan industri pertanian, para imigran ingin membebaskan diri dan memulai hidup yang lebih baik karena keadaan negara yang tengah dilanda kekacauan.

Namun, pada tahun 1850 imigran Tiongkok tersebut tidak diizinkan untuk menjadi warga negara, akhirnya pada tahun 1851, seorang migran Tiongkok bernama Wah Lee membuka jasa Laundry manual menggunakan tangan di Amerika.

Wah Lee dilaporkan menjadi orang pertama yang menjalankan bisnis laundry, kendati masih menggunakan tangan.

Baca juga: Sejarah Mesin Cuci, Perjalanan Panjang Mesin Pembersih Cucian

Bisnis Laundry Merebak

Pada abad ke-20, para imigran elah memnuhi sudut kota di Amerika dengan usaha laundry yang mereka dirikan.

Seiring dengan waktu yang terus berputar dan teknologi semakin berkembang, ditemukan proses mekanik pencucian dengan berbagai mesin cuci. Biasanya, mesin tersebut menggunakan sebuah pengaduk bertenaga listrik untuk menggantikan proses pencucian menggunakan tangan pada sebuah papan cuci.

Pada awal mesin tersebut ditemukan, pengoperasionalannya hanya dengan menggunakan tenaga yang dihasilkan oleh tangan. Setelah itu berkembang dan memanfaatkan tenaga listrik yang dialirkan dengan bak berlubang dan berputar keluar, dengan demikian air akan keluar jika berlebih dan siklus ini disebut siklus spin

Bisnis laundry yang tadinya hanya digunakan dengan menggunakan tenaga tangan, kini sudah bertransformasi dan telah menggunakan mesin.

Tidak henti samai disitu, banyak negara maju yang mengembangkan bisnis ini dengan menciptakan alat-alat canggih untuk mempermudah dan memberi layanan yang memuaskan.

Baca juga: Cara Mencuci Jersey Sepak Bola Agar Awet

Para imigran tersebut waktu itu terbukti dapat bekerja keras dan giat, mereka bekerja di tempat laundry 10 hingga 16 jam seharinya.

Kesuksesan tersebut tak hanya sampai itu saja, saat ini di berbagai negara memiliki bisnis laundry dengan sistem kerja yang berbeda-beda.

Teknologi Laundry

Seiring dengan berputarnya waktu dan berkembangnya zaman, peralatan dan bisnis laundry pun memiliki perkembangan yang signifikan.

Salah satunya yakni negara Jepang, negara dengan julukan matahari terbut saat ini menciptakan sebuah robot yang diberi nama Laundroid.

Lebih lanjut, robot yang dibuat tersebut memiliki kemampuan untuk melipat pakaian, bahkan robot tersebut juga diklaim sebagai alat setrika otomatis.

Mesin tersebut dibuat seperti lemari pakaian biasa, namun tentu menggunakan teknologi yakni menggunakan image analysis, dengan teknologi tersebut mesin ini mampu mengidentifikasi jenis pakaian yang diterima.

Seiring dengan padatnya akivitas yang dilakukan masyarakat, saat ini masyarakat banyak memilih jasa laundry untuk membersihkan pakaiannya.

Dengan berkembangnya zaman, banyak sekali terobosan teknologi yang dijadikan sebagai alat pendukung berjalannya bisnis tersebut.

Demikian sejarah laundry sederhana yang dapat Bos Pengering sampaikan, share artikel ini jika menurut Anda bermanfaat, konsultasikan kebutuhan bisnis laundry Anda, jangan lupa follow dan subscribe Bos Pengering